05 April 2011

Pengiriman TKI Untuk Bayar Utang Luar Negeri

US$ 2,6 miliar kiriman TKI setiap tahun

Chelluz Pahun

Unjuk Rasa penolakan kekerasan terhadap TKI
Direktur International Banking and Financial Institution BMI, Farouk A. Alwyni Bank Muamalat Indonesia (BMI) menandatangi kerja sama dengan Maybank Malaysia Berhad dan Bank Muamalat Malaysia di bidang usaha remittance atau jasa pengiriman uang. Ada 450 tempat yang bisa digunakan nasabah di seluruh Malaysia. Menurut Farouk tercatat US$ 2,6 miliar kiriman TKI setiap tahun. Hal ini sebagaimana diliris oleh TEMPO Interaktif (03/06/2011) 

Sementara itu Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemanakertrans) mengumumkan, sumbangan devisa dari tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di luar negeri, selama tahun 2009 mencapai 6,6 milyar dolar AS.

Read More...

02 April 2011

“PASAR RINTISAN TKI” (Bagian 2) :

Mimpi dan Perjuangan Seorang Mantan TKI 

Sri Palupi

Situasi Konter Berti
Perempuan Tangguh

Luar biasa mimpi dan kerja keras seorang mantan TKI itu. Tapi ngomong-ngomong, siapa sebenarnya Berti Sarova?  Perempuan tangguh yang tidak hanya bisa bermimpi tapi juga ulet dalam mewujudkannya itu lahir pada 8 September 1976 di Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Bandar Lampung. Anak pertama dari tiga bersaudara itu telah menikah sebelum menjadi TKI di Taiwan. Ketika berangkat ke Taiwan, ia meninggalkan anak pertamanya yang baru berumur tiga bulan dalam asuhan orang tuanya. Suaminya sudah lebih dulu berangkat ke Taiwan dan bekerja di pabrik mesin jahit. Kini ia sudah memiliki dua anak dan anak pertamanya sudah berumur 11 tahun.

Usahanya mengembangkan pasar dan koperasi TKI tidak terlepas dari peran suaminya Eko Dedi Setiawan, yang sama-sama mantan TKI Taiwan. Dia jugalah yang setia mendukung dan membantu Berti mewujudkan mimpinya. Mereka telah bekerjasama membangun usaha sejak keduanya belum menjadi TKI. Baik Berti maupun suaminya sama-sama merasakan suka duka menjadi TKI. Keduanya juga sama-sama merasakan bagaimana menjadi TKI sukses dan apa artinya menjadi TKI gagal. Sebelumnya tidak pernah terpikir bahwa mereka akan menjadi TKI. Namun usaha rakit speaker yang hancur di masa krisis ekonomi 1998 memaksa mereka mencari penghidupan lain dengan menjadi TKI.

Read More...

01 April 2011

“PASAR RINTISAN TKI” (Bagian 1) :


Mimpi dan Perjuangan Seorang Mantan TKI

Sri Palupi

Berti

Tentu kita masih ingat pernyataan ketua DPR Marzuki Alie yang menyatakan, rendahnya kemampuan TKI yang bekerja sebagai PRT telah merusak citra Indonesia. Jauh dari stigma “kualitas rendah” yang ditempelkan Marzuki Alie terhadap para TKI, di berbagai pelosok Indonesia kita bisa menjumpai para TKI yang kiprahnya sungguh membuat Indonesia bangga punya warga seperti mereka. Dengan modal awal menjadi TKI, mereka berhasil mengukir prestasi. Mereka juga berhasil membuktikan diri memiliki kemampuan yang jauh lebih tinggi dari kemampuan ketua dan bahkan ribuan anggota DPR/DPRD di dalam memperjuangkan kesejahteraan warga. Salah satunya ditunjukkan oleh Berti Sarova, mantan TKI asal Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Bandar Lampung, yang pernah dua kali bekerja di Taiwan sebagai Pekerja Rumahtangga (PRT). Mengapa Berti Sarova? Apa yang dilakukannya hingga ia pantas menyandang gelar TKI berprestasi?

Berbagai usaha dilakukan Berti di kampung halamannya untuk memperbaiki tingkat kehidupan para mantan TKI dan keluarganya. Salah satunya adalah Pasar Desa “Rintisan TKI” yang berlokasi di Desa Gunung Terang, Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Bandar Lampung. Pasar desa ini benar-benar dirintis perkembangannya oleh Berti. Prestasi seorang mantan TKI ini diakui setidaknya oleh Kepala Desa Gunung Terang, Bapak Fachrul IB. Atas prestasinya ini, pihak desa memberi nama pasar yang baru dibuka itu sesuai dengan nama yang diusulkan para mantan TKI, yaitu “Pasar Rintisan TKI”. Nama ini diberikan sebagai penghargaan pihak desa kepada para TKI dan keluarganya yang telah berjasa dalam merintis berkembangnya pasar desa. Kepala desa itu sendiri mengakui, sebelum diambil alih oleh para TKI, pasar desa itu mati. Bahkan pihak desa sudah dua kali mencoba membuka pasar desa, namun dua kali pula pasar desa yang baru dibuka itu mati.

Read More...

22 September 2010

Menjadi Kader Kesehatan Tanpa Memandang Pendidikan

Dalam penanganan masalah gizi yang diderita anak-anak, khususnya di wilayah Provinsi NTT, peran kader posyandu sangatlah penting. Namun peran mereka sering dipandang sebelah mata. Ini bisa kita lihat dari penghargaan terhadap kerja-kerja mereka. Penghargaan di sini tidak selalu harus diartikan dalam bentuk materi. Sebab tidak sedikit dari mereka yang punya dedikasi tinggi meski imbalan atas kerja-kerja mereka sangat kecil. Bahkan tidak sedikit yang bekerja sukarela tanpa imbalan. Padahal seperti di NTT, tidak sedikit kader Posyandu yang berasal dari keluarga miskin. Berikut adalah curahan hati seorang kader Posyandu, Yuliana Ha’e, yang kini ditunjuk sebagai ketua Posyandu Melati Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu.

Read More...

Mengatasi Kemiskinan dengan Kebun Bersama

Berawal dari Kebun Bersama
Resah melihat apatisme masyarakat ditengah belitan kemiskinan membuat Chrispianus Saku, seorang romo paroki di Gereja Katolik Gembala Baik di Kabupaten Alor, Provinsi NTT, berpikir keras mencari jalan keluar. Apalagi setelah melihat banyaknya bantuan yang disalurkan pemerintah: bantuan langsung tunai, raskin, dan juga infrastruktur. Beragam bantuan yang diberikan dengan pendekatan yang kurang pas itu makin membuat masyarakat terlena. Mereka semakin tidak ada keinginan untuk hidup lebih baik.

Romo Christ, begitu romo itu biasa disapa, berpandangan, mengajak masyarakat berubah tidak cukup dengan kata-kata dalam khotbah di gereja. Gereja harus membuat contoh suatu usaha yang menumbuhkan hasil. Kalau masyarakat melihat bahwa suatu pekerjaan itu menghasilkan, dengan sendirinya mereka akan mengikuti. Demikianlah Romo Christ mengawali karyanya bersama masyarakat di Kabupaten Alor.

Read More...

Gizi Buruk di Tengah Kampung Lumbung Pangan

Alimebung adalah sebuah desa yang letaknya berada di pinggiran Kota Kalabahi, ibu kota kabupaten Alor, atau jaraknya sekitar 10 kilometer dari jantung kota yang dijuluki Nusa Kenari tersebut. Kendati letaknya berada di pinggiran, namun Alimebung merupakan ibukota dari sebuah kecamatan di Kabupaten Alor, Kecamatan Alor Tengah Utara (ATU).

Mata pencaharian warga desa Alimebung beragam, ada pegawai negeri, wiraswasta, tukang, buruh, dan ada juga pedagang. Yang paling mendominasi atau 90 persen lebih warga Alimebung adalah petani. Usaha tani masyarakat di desa ini cukup maju, karena di dukung dengan lahan yang berada di dataran tanah datar dengan kondisi tanah yang subur, dan persedian air yang berlimpah. Infrastruktur irigasi-pun dibangun secara rapih, mulai dari hulu air hingga ke pintu-pintu air yang siap membagi ke lahan pertanian masyarakat.

Read More...

24 July 2010

Pernyataan Sikap: Pohon Untuk Kehidupan, Bukan Tambang

Berangkat dari apa yang kami dengar, kami lihat dan kami rasakan atas penderitaan yang dihadapi masyarakat ntt, yang langsung atau tidak langsung sebagai akibat dari aktifitas pertambangan :
- di kabupaten belu
- di kabupaten ttu
- di kabupaten tts
- di kabupaten kupang
- di kabupaten manggarai
- di kabupaten manggarai timur
Berbagai bentuk penderitaan yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan diantaranya:
1.Kehilangan nyawa yang terus menerus akibat tertimbun longsoran dan sakit tanpa ada upaya dari pemerintah untuk menghentikannya.
2.Penderitaan fisik dalam bentuk sesak nafas, nyeri dada, sakit kulit, batuk berdarah dan berbagai bentuk sakit fisik lain yang belum teridentifikasi.
3.Menurunnya kualitas kesehatan akibat pencemaran udara, air dan suara.
4.Menurunnya kualitas lingkungan (hilangnya sumber air, hilangnya kesuburan tanah, dan kehancuran ekosistem) dan ancaman keselamatan warga akibat hilangnya hutan dan banyaknya lubang-lubang bekas galian yang semuanya itu mengakibatkan tanah longsor, banjir, kekeringan dan berbagai bencana lainnya.

Read More...