"Be pu nama Meri" jawab bocah ini dengan logat timor ketika saya menanyakan namanya. Umurnya baru 11 tahun, anak sulung dari 5 bersaudara. Nasib Meri tak jauh beda dengan
Ana Maria, Meri hanya sempat menikmati bangku sekolah hingga kelas 3 SD.
Meri tak banyak bicara, pertanyaanku tak semua dijawab. Ia sibuk dengan pekerjaannya mengajun lingis kecil dan menancapkannya ke tanah lalu mengais tanah dengan tangan mencari batu batu mangan.
3 tahun sudah Meri menekuni pekerjaan mengali batu mangan tanpa ada yang peduli dengan haknya untuk sekolah. ketika saya bertanya "apakah Meri punya kerinduan untuk kembali sekolah?" Ia tak menjawab, beberapa saat Ia menundukan kepala lalu kembali membongkar tanah
Hari itu Meri tak sendiri, Ia ditemani oleh adiknya Fransiska. Saya makin tercengang ketika mengetahui Fransiska sama sekali tak pernah menikmati bangku sekolah padahal umurnya sudah 9 tahun.
Foto: chelluz.ecosocrights.2011
lokasi: Atambua-Kab. Belu-NTT
Terkait:
Anak Putus Sekolah di Lokasi Pertambangan
Buruh murah tanpa jaminan keselamatan & kesehatan kerja
Read More...
Summary only...
Buruh-buruh perempuan yang tampak pada foto di samping ini sama sekali tidak mendapat fasilitas keselamatan kerja dan kesehatan kerja dari perusahaan tambang yang mempekerjakan mereka. Meskipun perusahaan ini sudah tidak beroperasi lagi, fakta pelanggaran hak-hak buruh ini penting kita catat.
Lihatlah foto ini, karena tak ada tempat berteduh yang selayaknya disediakan oleh perusahaan, para buruh ini bernaung persis di samping ekskavator tambang. Air untuk cuci tangan pun tak tersedia sama sekali sehingga mereka makan makanan bawaan sendiri dengan jari-jari tangan yang masih kotor dengan bahan dasar tambang mangan beracun.
Perusahaan semestinya menyediakan jaminan makan untuk para buruh yang bekerja untuk perusahaan itu sendiri. Tetapi perusahaan mengabaikan pentingnya jaminan makan untuk para buruh.
Foto diambil pada 2009 oleh @ecosocrights di kawasan tambang mangan PT Sumber Jasa Asia di kampung Torongbesi, kecamatan Reok, kabupaten Manggarai, Nusatenggara Timur.
Sudah lumayan banyak terdapat links di internet terkait dengan kasus pelanggaran hak-hak dasar manusia yang dilakukan oleh PT SJA ini, di antaranya sbb.:
- PERNYATAAN SIKAP JATAM NTT
- Para Tokoh Agama NTT Peduli Pada EKOSOB
- Kampanye internasional dari Intercontinental Cry Magazine untuk menyelesaikan masalah pelanggaran PT SJA: INDONESIA: HALT MINING THAT THREATENS INDIGENOUS PEOPLES
- Karena kasus ini sampai sekarang tidak selesai juga, maka ada desakan dari pihak keuskupan setempat: Terkait Tambang Torang Besi, JPIC Keuskupan Ruteng: Pemkab Manggarai Tidak Bertanggung Jawab
Read More...
Summary only...
Untuk Hari Ini
Babu Negara
Olkes Dadilado
Education21
Rairo
Geworfenheit
Kodrat Bergerak
Chi Yin
aha!
John's blog
ambar
andreas harsono
bibip
Space & (Indonesian) Society
dreamy gamer
sundayz
wadehel
rudy rushady
Timor Merdeka
G M
Karena Setiap Kata adalah Doa
Sarapan Ekonomi
wisat
Adhi-RACA