02 February 2012
Pilot yang Salah Pesawat
Diposting oleh
Chelluz Pahun
di
10:24 AM
0
komentar
Tautkan dengan tulisan ini
09 November 2011
Percaya Diri Cara SBY
Sri Palupi
![]() |
| Ilustrasi Kompas |
Menurut SBY, model demokrasi Indonesia yang merespons beragam aspirasi dari berbagai kalangan di Indonesia membuat Indonesia mampu menemukan kepercayaan diri untuk keluar dari krisis.
Pertanyaan saya, di manakah lokus kepercayaan diri yang dimaksudkan Presiden SBY? Saya yakin, kalaupun ada kepercayaan diri, lokusnya bukanlah pada pemerintahan SBY dan para elite sekarang. Sebab, pada para elite dan pemerintahan SBY yang sarat skandal bukan fenomena kepercayaan diri yang saya temukan, melainkan raibnya rasa malu.
Raibnya rasa malu
Apa yang disebut Presiden SBY sebagai demokrasi yang merespons aspirasi dari berbagai kalangan pada praktiknya adalah demokrasi uang yang responsif terhadap kepentingan para pejabat, pengusaha, dan elite politik. Demokrasi tak lebih sebagai alat untuk menjarah aset ekonomi dan anggaran negara.
Diposting oleh
Chelluz Pahun
di
4:06 PM
0
komentar
Tautkan dengan tulisan ini
14 October 2011
Anu Beta Tubat: Pelajaran dari Maybrat
Sejak pendidikan menjadi komoditi yang diperdagangkan dan lembaga
pendidikan beralih fungsi dari lembaga sosial menjadi lembaga komersial,
pendidikan – apalagi pendidikan bermutu – semakin jauh dari jangkauan kelompok
miskin. Kian mahalnya biaya pendidikan membuat keluarga miskin seringkali harus
menyerah betapapun anak-anak mereka berprestasi. Bahkan sekadar bermimpi dapat menyekolahkan anak hanya setingkat
SMA saja mereka tak berani lagi. Anak-anak pun mereka paksa untuk menanggalkan mimpi sejak dini.
Diposting oleh
Chelluz Pahun
di
10:16 PM
0
komentar
Tautkan dengan tulisan ini
“Kalau Bukan Kami Siapa Lagi?”: Kisah Guru SD di Pedalaman
![]() |
| Antonia Korain |
Diposting oleh
Chelluz Pahun
di
10:02 PM
0
komentar
Tautkan dengan tulisan ini
04 October 2011
SURAT TERBUKA
Untuk DIREKTUR SOEGENG SARJADI SCHOOL OF GOVERNMENT
Tentang
PENINJAUAN KEMBALI TERHADAP PEMBERIAN PENGHARGAAN TATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK ATAU AWARD ON GOOD GOVERNANCE DARI
SOEGENG SARJADI SCHOOL OF GOVERNMENT (SSSG)
Pada BADAN NASIONAL PENEMPATAN DAN PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA (BNP2TKI)
Kepada
Yth. Direktur Eksekutif
Soegeng Sarjadi School of Government (SSSG)
Di Jakarta
Dengan hormat,
Sebagaimana diketahui, pada peringatan dua tahun peringatan Sekolah Kepemerintahan Soegeng Sarjadi (Soegeng Sarjadi School of Government) dan peringatan hari Konstitusi UUD 1945 ke-66 tanggal 18 Agustus 2011, Soegeng Sarjadi School of Government telah memberikan penghargaan tata kelola pemerintahan yang baik atau award on good governance pada lembaga BNP2TKI. Penghargaan yang diberikan pada BNP2TKI adalah penghargaan untuk kategori “memberikan respon publik yang cepat dan tercapainya akuntabilitas” (public responsiveness and accountability).
Diposting oleh
Chelluz Pahun
di
4:31 PM
0
komentar
Tautkan dengan tulisan ini
Sekolah Dasar di Pedalaman Papua: Mereka Butuh Dukungan Kita
Seorang guru SMA di Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat, terpaksa menghentikan pelajaran yang baru saja dimulainya. Sakit kepala berat tiba-tiba saja menyerangnya, setelah ia menunjuk beberapa muridnya untuk membaca. Segera ia tinggalkan kelas, masuk ke ruang guru dan menelan dua tablet obat sakit kepala. Ia begitu shock ketika menghadapi kenyataan, muridnya belum lancar membaca. Hari itu adalah hari pertamanya mengajar di Papua.

Kalau pada tingkat SMA saja masih ada murid yang belum lancar membaca, tentulah di tingkat SMP lebih banyak lagi siswa yang belum lancar membaca. Rupanya beban mengajar para guru SMP di Papua tidaklah ringan. Buruknya kondisi pelayanan pendidikan dasar di Papua memaksa mereka untuk mengambil sebagian besar tanggung jawab yang harusnya diemban oleh para guru SD, yaitu membuat anak-anak lancar membaca.
Beratnya beban guru membuat para guru SMP juga tidak tuntas dalam menyelesaikan masalah yang ditinggalkan para guru SD. Tidak ada pilihan bagi para guru SMP selain menyerahkan sisa masalah itu kepada guru SMA. Artinya, meskipun siswa di SMP-nya belum lancar membaca, mereka tetap saja melepaskan siswanya untuk melanjutkan pendidikan ke SMA.
Diposting oleh
Chelluz Pahun
di
3:15 PM
0
komentar
Tautkan dengan tulisan ini
02 July 2011
Kepala Ruyati, Kepala Kita
Diposting oleh
Chelluz Pahun
di
10:05 AM
0
komentar
Tautkan dengan tulisan ini




















Untuk Hari Ini
Babu Negara
Olkes Dadilado
Education21
Rairo
Geworfenheit
Kodrat Bergerak
Chi Yin
aha!
John's blog
ambar
andreas harsono
bibip
Space & (Indonesian) Society
dreamy gamer
sundayz
wadehel
rudy rushady
Timor Merdeka
G M
Karena Setiap Kata adalah Doa
Sarapan Ekonomi
wisat
Adhi-RACA